Pengembangan kurikulum berbasis capaian pembelajaran (outcome-based education) merupakan fondasi mutu akademik yang menjadi syarat mutlak bagi setiap program studi, termasuk perguruan tinggi keagamaan negeri seperti UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang sedang mengembangkan program-program akademik baru, termasuk pada rumpun ilmu kesehatan. Tanpa Capaian Pembelajaran Lulusan yang dirumuskan secara jelas dan terukur, seluruh proses pembelajaran—mulai dari penyusunan mata kuliah hingga penilaian hasil belajar—kehilangan arah dan sulit dipertanggungjawabkan mutunya kepada mahasiswa, pemangku kepentingan, maupun lembaga akreditasi.
Dalam praktiknya, tim pengembang kurikulum program studi kerap mengalami kesulitan pada tiga titik kritis: merumuskan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang selaras dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia dan kebutuhan dunia kerja; menjabarkan CPL tersebut menjadi Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) yang koheren pada setiap mata kuliah; serta menyusun dokumen rencana pembelajaran yang aplikatif dan konsisten antar-dosen pengampu. Ketiadaan panduan operasional yang siap pakai membuat proses ini memakan waktu lama dan rentan menghasilkan dokumen yang tidak seragam mutunya.
Buku SOP dan Toolkit ini disusun untuk menjawab kebutuhan tersebut. Berbeda dari buku kajian konseptual, buku ini memuat prosedur operasional standar yang dirumuskan dalam langkah bernomor serta template dokumen siap isi, sehingga dapat langsung digunakan oleh tim pengembang kurikulum program studi—baik program studi yang telah berjalan maupun program studi baru yang sedang menyiapkan dokumen kurikulumnya untuk diajukan ke senat perguruan tinggi. Selain SOP dan template inti, buku ini juga dilengkapi dengan rujukan deskriptor Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia, ketentuan bentuk pembelajaran, contoh Rencana Tugas Mahasiswa, rubrik penilaian, serta glosarium istilah, agar dapat menjadi acuan kerja yang menyeluruh. Buku ini merupakan bagian dari Seri Buku Acuan Pengembangan Pendidikan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yang disusun berjajar dengan buku-buku lain pada tier Kompendium Regulasi, Buku Utama, Buku Tematik, dan Pedoman Implementasi.
Semoga buku ini memberi kemudahan nyata bagi program studi di lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, khususnya program studi yang tengah mengembangkan jalur pendidikan akademik di bidang kesehatan, dalam menyusun dokumen kurikulum yang bermutu, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Mengingat regulasi pendidikan tinggi terus berkembang, penyempurnaan berkelanjutan atas buku ini tetap dibutuhkan dari waktu ke waktu.
Penyusunan dokumen kurikulum program akademik—mulai dari Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), hingga Rencana Pembelajaran Semester (RPS)—merupakan tahapan yang wajib dilalui sebelum kurikulum suatu program studi disahkan oleh senat perguruan tinggi dan diberlakukan bagi mahasiswa. Ketiga dokumen ini saling terkait secara hierarkis: CPL menjadi acuan penyusunan CPMK setiap mata kuliah, dan CPMK selanjutnya dijabarkan ke dalam RPS sebagai dokumen operasional pembelajaran di kelas. Kelengkapan dan konsistensi ketiganya juga menjadi salah satu kriteria minimum yang diperiksa pada proses akreditasi program studi.
Buku ini berfokus pada dokumen inti kurikulum program akademik (diploma, sarjana, sarjana terapan, magister, magister terapan, dan doktor) di lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yaitu: (1) SOP penyusunan CPL; (2) SOP pemetaan CPL–CPMK; (3) template RPS lengkap dengan contoh pengisian, dilengkapi template Rencana Tugas Mahasiswa dan rubrik penilaian; serta (4) daftar periksa validasi dokumen kurikulum sebelum disahkan senat. Buku ini tidak membahas kurikulum pendidikan profesi/spesialis/subspesialis maupun diklat, yang diatur pada buku lain dalam seri ini.
Penyusunan SOP dan template dalam buku ini merujuk pada peraturan perundang-undangan berikut, yang berlaku hingga saat naskah ini disusun (Agustus 2026):
| No. | Regulasi |
|---|---|
| 1 | Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) |
| 2 | Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Tahun 2021 Nomor 87, Tambahan Lembaran Negara Nomor 6676) sebagaimana diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2022 (Lembaran Negara Tahun 2022 Nomor 14, Tambahan Lembaran Negara Nomor 6762) |
| 3 | Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi (Lembaran Negara Tahun 2012 Nomor 158, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5336) |
| 4 | Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi, sebagaimana diubah dengan Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 10 Tahun 2026 — memuat ketentuan operasional mengenai standar kompetensi lulusan, standar proses pembelajaran, standar isi, dan standar penilaian yang menjadi dasar substansi CPL, CPMK, dan RPS |
Catatan Penting
Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi—yang sebelumnya banyak dirujuk dalam dokumen kurikulum program studi—telah dicabut dan dinyatakan tidak berlaku sejak diundangkannya Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 39 Tahun 2025 (Pasal 117 regulasi tersebut).
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, yang menjadi rujukan sebelum tahun 2023, juga sudah tidak berlaku karena telah digantikan lebih dahulu oleh Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023 tersebut.
Program studi yang dokumen kurikulumnya masih mencantumkan salah satu dari kedua regulasi di atas sebagai dasar hukum perlu memperbarui rujukannya menjadi Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 39 Tahun 2025 jo. Nomor 10 Tahun 2026.
Istilah CPL, CPMK, dan RPS digunakan secara luas dalam praktik pengelolaan pendidikan tinggi di Indonesia sebagai istilah operasional. Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 jo. Nomor 10 Tahun 2026 tidak selalu menggunakan singkatan tersebut secara harfiah, namun mengatur substansinya secara eksplisit sebagaimana dijelaskan berikut.
| Istilah | Definisi Operasional dan Dasar Substansi |
|---|---|
| CPL (Capaian Pembelajaran Lulusan) | Rumusan kompetensi sikap, pengetahuan, keterampilan umum, dan keterampilan khusus yang harus dimiliki lulusan pada akhir program pendidikan, sebagaimana diatur dalam Pasal 6–9 Permendiktisaintek 39/2025 dan diselaraskan dengan jenjang kualifikasi pada Perpres 8/2012 tentang KKNI. |
| CPMK (Capaian Pembelajaran Mata Kuliah) | Rumusan kemampuan yang harus dicapai mahasiswa pada akhir suatu mata kuliah, yang berkontribusi pada pencapaian CPL, sebagaimana dimaksud pada Pasal 8 ayat (5) Permendiktisaintek 39/2025. |
| Sub-CPMK | Kemampuan akhir yang direncanakan pada setiap tahap (minggu) pembelajaran sebagai penjabaran bertahap dari CPMK, digunakan sebagai satuan perencanaan pada RPS. |
| RPS (Rencana Pembelajaran Semester) | Dokumen operasional hasil perencanaan proses pembelajaran per mata kuliah, memuat rumusan capaian pembelajaran, strategi/metode, dan cara penilaian, sebagaimana diatur dalam Pasal 12 Permendiktisaintek 39/2025, dan menjadi bagian dari kriteria minimum akreditasi program studi baru sesuai Pasal 76 ayat (3) huruf b. |
| Bahan Kajian / Materi Pembelajaran | Ruang lingkup materi yang kedalaman dan keluasannya disesuaikan dengan capaian pembelajaran lulusan, sebagaimana diatur dalam standar isi pada Pasal 40–41 Permendiktisaintek 39/2025. |
| Bentuk Pembelajaran | Wujud kegiatan pemenuhan beban belajar mahasiswa, seperti kuliah, praktikum, atau penelitian, sebagaimana diatur dalam Pasal 16 ayat (1) Permendiktisaintek 39/2025. |
Sebagai kerangka acuan menyeluruh, Pasal 44 ayat (1) Permendiktisaintek 39/2025 mensyaratkan agar kurikulum program studi minimal mencakup delapan unsur berikut. SOP dan template pada buku ini secara langsung mendukung pemenuhan unsur (a), (c), (f), dan (g).
| Unsur | Cakupan Minimal Kurikulum (Pasal 44 ayat 1) |
|---|---|
| a | Capaian pembelajaran lulusan |
| b | Masa tempuh kurikulum |
| c | Metode pembelajaran |
| d | Modalitas pembelajaran |
| e | Syarat kompetensi dan/atau kualifikasi calon mahasiswa |
| f | Penilaian hasil belajar |
| g | Materi pembelajaran yang harus ditempuh |
| h | Tata cara penerimaan mahasiswa pada berbagai tahapan kurikulum |
SOP ini bertujuan memastikan CPL setiap program studi dirumuskan secara konsisten, terukur, selaras dengan KKNI, dan melibatkan pemangku kepentingan sebagaimana disyaratkan Pasal 8 Permendiktisaintek 39/2025.
| Peran | Tanggung Jawab Utama |
|---|---|
| Ketua Program Studi | Memimpin proses penyusunan CPL dan menetapkan jadwal kerja tim. |
| Tim Pengembang Kurikulum | Menyusun draf rumusan CPL, melakukan kajian KKNI dan kebutuhan dunia kerja. |
| Pemangku Kepentingan (asosiasi profesi, alumni, pengguna lulusan) | Memberi masukan kebutuhan kompetensi dari sisi dunia kerja. |
| Unit Penjaminan Mutu | Memeriksa kesesuaian rumusan CPL dengan format dan ketentuan SN-Dikti. |
| Senat Fakultas/Perguruan Tinggi | Mengesahkan CPL sebagai bagian dari dokumen kurikulum. |
Sebagai acuan tambahan saat merumuskan CPL keterampilan khusus, Pasal 9 Permendiktisaintek 39/2025 menetapkan kompetensi utama minimal yang harus dipenuhi lulusan pada setiap jenjang program. Kompetensi utama ini disusun oleh asosiasi program studi sejenis, atau oleh perguruan tinggi apabila asosiasi tersebut belum terbentuk (Pasal 10).
| Jenjang Program | Kompetensi Utama Minimal |
|---|---|
| Diploma Tiga | Menguasai konsep teoretis bidang pengetahuan dan keterampilan tertentu secara umum, mampu menyelesaikan pekerjaan berlingkup luas, serta mampu memilih metode yang sesuai berdasarkan analisis data. |
| Sarjana / Sarjana Terapan | Menguasai konsep teoretis bidang pengetahuan dan keterampilan tertentu secara umum dan khusus untuk menyelesaikan masalah secara prosedural sesuai lingkup pekerjaannya, serta mampu beradaptasi terhadap situasi perubahan yang dihadapi. |
| Magister | Menguasai teori bidang pengetahuan tertentu untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui riset atau penciptaan karya inovatif. |
| Magister Terapan | Mampu mengembangkan keahlian dengan landasan pemahaman ilmu pengetahuan dan teknologi melalui riset atau penciptaan karya inovatif yang dapat diterapkan pada lingkup pekerjaan tertentu. |
| Doktor | Menguasai filosofi keilmuan bidang ilmu pengetahuan dan keterampilan tertentu, serta mampu melakukan pendalaman dan perluasan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui riset atau penciptaan karya orisinal dan teruji. |
Lampiran Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 memuat deskripsi setiap jenjang kualifikasi. Deskriptor jenjang yang paling sering digunakan pada program akademik disajikan berikut sebagai rujukan penyelarasan CPL.
| Jenjang | Deskripsi Jenjang Kualifikasi (Lampiran Perpres 8/2012) |
|---|---|
| 6 (Sarjana/ Sarjana Terapan) | Mampu mengaplikasikan bidang keahliannya dan memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni pada bidangnya dalam penyelesaian masalah serta mampu beradaptasi terhadap situasi yang dihadapi; menguasai konsep teoretis bidang pengetahuan tertentu secara umum dan konsep teoretis bagian khusus secara mendalam, serta mampu memformulasikan penyelesaian masalah prosedural; mampu mengambil keputusan yang tepat berdasarkan analisis informasi dan data; bertanggung jawab pada pekerjaan sendiri dan dapat diberi tanggung jawab atas pencapaian hasil kerja organisasi. |
| 8 (Magister/ Magister Terapan) | Mampu mengembangkan pengetahuan, teknologi, dan/atau seni di dalam bidang keilmuannya atau praktik profesionalnya melalui riset, hingga menghasilkan karya inovatif dan teruji; mampu memecahkan permasalahan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni melalui pendekatan inter atau multidisipliner; mampu mengelola riset dan pengembangan yang bermanfaat bagi masyarakat dan keilmuan serta mendapat pengakuan nasional dan internasional. |
| 9 (Doktor) | Mampu mengembangkan pengetahuan, teknologi, dan/atau seni baru di dalam bidang keilmuannya melalui riset, hingga menghasilkan karya kreatif, orisinal, dan teruji; mampu memecahkan permasalahan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni melalui pendekatan inter, multi, dan transdisipliner; mampu mengelola, memimpin, dan mengembangkan riset yang bermanfaat bagi kemaslahatan umat manusia serta mendapat pengakuan nasional dan internasional. |
Agar CPL bersifat terukur dan dapat dipetakan ke CPMK, rumusan CPL sebaiknya diawali dengan kata kerja operasional yang menggambarkan tingkat kemampuan kognitif yang dituju. Taksonomi Bloom ranah kognitif (versi revisi) berikut umum digunakan sebagai rujukan pemilihan kata kerja, dari tingkat paling dasar hingga paling tinggi.
| Tingkat Kognitif | Contoh Kata Kerja Operasional |
|---|---|
| Mengingat | menyebutkan, mendaftar, mengidentifikasi |
| Memahami | menjelaskan, menguraikan, merangkum |
| Menerapkan | menggunakan, melaksanakan, mendemonstrasikan |
| Menganalisis | membandingkan, menganalisis, mengklasifikasikan |
| Mengevaluasi | menilai, mengkritisi, memutuskan |
| Mencipta | merancang, menyusun, mengembangkan |
| Kode CPL | Aspek | Rumusan CPL | Jenjang KKNI |
|---|---|---|---|
| CPL-S.. | Sikap | [diisi rumusan sikap, mis. bertakwa, berakhlak mulia, menjunjung nilai kejujuran akademik] | — |
| CPL-P.. | Pengetahuan | [diisi rumusan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi bidang keilmuan program studi] | 6/8/9 |
| CPL-KU.. | Keterampilan Umum | [diisi kecakapan umum yang dibutuhkan sebagai dasar penguasaan iptek dan bidang kerja] | 6/8/9 |
| CPL-KK.. | Keterampilan Khusus | [diisi kecakapan/keterampilan spesifik dan aplikasinya untuk bidang keilmuan tertentu] | 6/8/9 |
Ilustrasi berikut menggambarkan pengisian template pada program akademik rumpun kesehatan yang sedang dikembangkan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Contoh ini bersifat ilustratif, bukan dokumen resmi program studi tertentu.
| Kode CPL | Aspek | Rumusan CPL (Contoh) |
|---|---|---|
| CPL-S1 | Sikap | Menginternalisasi nilai keislaman moderat dan etika profesi dalam pelayanan kesehatan. |
| CPL-P3 | Pengetahuan | Menguasai konsep dasar hukum kesehatan dan regulasi pelayanan kesehatan nasional. |
| CPL-KU2 | Keterampilan Umum | Mampu menyusun laporan tertulis secara sistematis berdasarkan kaidah akademik. |
| CPL-KK2 | Keterampilan Khusus | Mampu menganalisis kasus dugaan pelanggaran etika dan hukum kesehatan secara sistematis. |
SOP ini memastikan setiap mata kuliah memiliki CPMK yang jelas kontribusinya terhadap pencapaian CPL, sehingga tidak ada CPL yang tidak terdukung oleh mata kuliah manapun, dan tidak ada mata kuliah yang tidak berkontribusi pada CPL manapun.
Sebelum merumuskan CPMK, tim perlu menetapkan bahan kajian setiap mata kuliah. Pasal 40–41 Permendiktisaintek 39/2025 menetapkan bahwa materi pembelajaran memiliki tingkat kedalaman dan keluasan yang disesuaikan dengan jenis, program, dan capaian pembelajaran lulusan, dengan memperhatikan empat aspek berikut.
| No. | Aspek yang Diperhatikan dalam Menentukan Kedalaman Materi (Pasal 41) |
|---|---|
| 1 | Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menjadi dasar keilmuan program studi |
| 2 | Ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir yang relevan dengan program studi |
| 3 | Konsep baru yang dihasilkan dari penelitian terkini |
| 4 | Dunia kerja yang relevan dengan profesi lulusan program studi |
| Kode MK | Nama Mata Kuliah | CPL-S1 | CPL-P3 | CPL-KU2 | CPL-KK2 | Kode & Rumusan CPMK |
|---|---|---|---|---|---|---|
| MKK101 | [Nama Mata Kuliah 1] | ✔ | ✔ | CPMK1: [rumusan turunan CPL-S1 & CPL-P3] | ||
| MKK102 | [Nama Mata Kuliah 2] | ✔ | ✔ | CPMK1: [rumusan turunan CPL-P3 & CPL-KU2] | ||
| MKK103 | [Nama Mata Kuliah 3] | ✔ | ✔ | CPMK1: [rumusan turunan CPL-KU2 & CPL-KK2] |
Matriks pemetaan wajib diperiksa dua arah: per baris, memastikan setiap mata kuliah mendukung minimal satu CPL; dan per kolom, memastikan setiap CPL didukung minimal satu mata kuliah (tidak ada CPL yang tidak terpetakan). Kegagalan pemetaan dua arah ini adalah temuan yang paling umum dijumpai pada asesmen lapangan akreditasi.
Merujuk pada Pasal 12 Permendiktisaintek 39/2025, RPS memuat sekurang-kurangnya tiga unsur perencanaan proses pembelajaran, yaitu: (a) rumusan capaian pembelajaran yang menjadi tujuan belajar (CPMK dan Sub-CPMK mingguan); (b) strategi dan metode pembelajaran untuk mencapai tujuan belajar; dan (c) cara menilai ketercapaian capaian pembelajaran, dengan mempertimbangkan bentuk penilaian formatif dan sumatif sesuai Pasal 26–27. RPS juga menjadi salah satu wujud pemenuhan unsur materi pembelajaran dan penilaian hasil belajar dalam cakupan minimal kurikulum (Pasal 44 ayat 1 huruf f dan g).
Pasal 16 ayat (1) Permendiktisaintek 39/2025 menetapkan bentuk-bentuk pembelajaran berikut sebagai cara pemenuhan beban belajar mahasiswa. Kolom "Bentuk/Metode" pada RPS sebaiknya dipilih dari daftar ini agar selaras dengan regulasi.
| Bentuk Pembelajaran | Bentuk Pembelajaran (lanjutan) |
|---|---|
| Kuliah | Tugas akhir |
| Responsi dan tutorial | Pelatihan bela negara |
| Seminar | Pertukaran pelajar |
| Praktikum dan praktik | Magang |
| Studio | Wirausaha |
| Penelitian, perancangan, pengembangan | Pengabdian kepada masyarakat, dan/atau bentuk pembelajaran lain |
| Program Studi | [diisi] |
| Nama Mata Kuliah | [diisi] |
| Kode Mata Kuliah / SKS | [diisi] / [diisi] sks |
| Semester | [diisi] |
| Dosen Pengampu | [diisi] |
| CPL yang Dibebankan | [diisi kode CPL, mis. CPL-S1, CPL-P3] |
| CPMK | [diisi rumusan CPMK hasil pemetaan pada BAB III] |
| Bahan Kajian | [diisi topik/materi utama sesuai subbab 3.3] |
| Mgg | Sub-CPMK | Bahan Kajian | Bentuk/Metode | Pengalaman Belajar | Indikator Penilaian | Bobot |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | [diisi] | [diisi] | [diisi] | [diisi] | [diisi] | [%] |
| 2 | [diisi] | [diisi] | [diisi] | [diisi] | [diisi] | [%] |
| 3 | [diisi] | [diisi] | [diisi] | [diisi] | [diisi] | [%] |
| 4 | [diisi] | [diisi] | [diisi] | [diisi] | [diisi] | [%] |
| 5 | [diisi] | [diisi] | [diisi] | [diisi] | [diisi] | [%] |
| 6 | [diisi] | [diisi] | [diisi] | [diisi] | [diisi] | [%] |
| 7 | [diisi] | [diisi] | [diisi] | [diisi] | [diisi] | [%] |
| 8 | Evaluasi Tengah Semester | Materi Minggu 1–7 | Ujian Tulis/Lisan | Mengerjakan soal ujian | Ketepatan jawaban | [%] |
| 9 | [diisi] | [diisi] | [diisi] | [diisi] | [diisi] | [%] |
| 10 | [diisi] | [diisi] | [diisi] | [diisi] | [diisi] | [%] |
| 11 | [diisi] | [diisi] | [diisi] | [diisi] | [diisi] | [%] |
| 12 | [diisi] | [diisi] | [diisi] | [diisi] | [diisi] | [%] |
| 13 | [diisi] | [diisi] | [diisi] | [diisi] | [diisi] | [%] |
| 14 | [diisi] | [diisi] | [diisi] | [diisi] | [diisi] | [%] |
| 15 | [diisi] | [diisi] | [diisi] | [diisi] | [diisi] | [%] |
| 16 | Evaluasi Akhir Semester | Materi Minggu 9–15 | Ujian/Proyek Akhir | Mempresentasikan hasil | Kesesuaian dengan CPMK | [%] |
RTM menjabarkan setiap tugas terstruktur dalam RPS agar mahasiswa memiliki panduan yang jelas mengenai tujuan, bentuk, dan kriteria penilaian tugas.
| Mata Kuliah / Minggu ke- | [diisi] |
| Sub-CPMK yang Dituju | [diisi] |
| Bentuk Tugas | [diisi, mis. makalah, laporan praktikum, proyek kelompok] |
| Deskripsi Tugas | [diisi objek, batasan, dan cara pengerjaan tugas] |
| Kriteria Penilaian | [diisi indikator dan bobot penilaian tugas] |
| Kriteria | Sangat Baik (4) | Baik (3) | Cukup (2) | Kurang (1) |
|---|---|---|---|---|
| Ketepatan analisis | [diisi] | [diisi] | [diisi] | [diisi] |
| Kesesuaian dengan rujukan/regulasi | [diisi] | [diisi] | [diisi] | [diisi] |
| Sistematika penulisan | [diisi] | [diisi] | [diisi] | [diisi] |
Contoh berikut adalah ilustrasi pengisian template untuk mata kuliah pada program akademik rumpun kesehatan di lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Contoh ini bersifat ilustratif untuk keperluan pelatihan penggunaan template, bukan dokumen resmi program studi tertentu.
| Program Studi | [Program Studi Kesehatan – ilustrasi] |
| Nama Mata Kuliah | Etika dan Hukum Kesehatan |
| Kode Mata Kuliah / SKS | MKK-EHK / 2 sks |
| Semester | III (Ganjil) |
| CPL yang Dibebankan | CPL-S1, CPL-P3, CPL-KK2 (lihat BAB II.8) |
| CPMK | Mahasiswa mampu menganalisis kasus dugaan pelanggaran etika dan hukum kesehatan berdasarkan kerangka regulasi kesehatan nasional. |
| Bahan Kajian | Etika profesi kesehatan, hukum kesehatan, tata kelola pelayanan kesehatan |
| Mgg | Sub-CPMK | Bahan Kajian | Bentuk/Metode | Pengalaman Belajar | Indikator Penilaian | Bobot |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Memahami prinsip dasar etika profesi kesehatan | Konsep etika, moral, dan hukum kesehatan | Ceramah interaktif, diskusi | Membaca materi, berdiskusi kelompok | Ketepatan menjelaskan konsep dasar | 5% |
| 2 | Memahami kedudukan hukum kesehatan dalam sistem hukum nasional | Hierarki peraturan perundang-undangan bidang kesehatan | Ceramah, tanya jawab | Membaca materi, menyusun peta konsep | Ketepatan memetakan hierarki regulasi | 5% |
| 3 | Memahami hak dan kewajiban tenaga kesehatan serta pasien | Hak dan kewajiban dalam pelayanan kesehatan | Diskusi kelompok | Berdiskusi dan presentasi singkat | Ketepatan menjelaskan hak dan kewajiban | 5% |
| 4 | Memahami prinsip persetujuan tindakan (informed consent) | Konsep dan syarat sah persetujuan tindakan medis | Ceramah, studi kasus ringan | Menganalisis contoh formulir persetujuan tindakan | Ketepatan mengidentifikasi unsur persetujuan | 5% |
| 5 | Menganalisis kasus dugaan malapraktik | Studi kasus dugaan pelanggaran etika layanan kesehatan | Studi kasus, diskusi kelompok | Menganalisis kasus, menyusun laporan singkat | Ketajaman analisis & kesesuaian rujukan regulasi | 10% |
| 6 | Menganalisis mekanisme penyelesaian sengketa medis | Mediasi dan jalur hukum penyelesaian sengketa layanan kesehatan | Diskusi kelompok, simulasi ringan | Berdiskusi dan menyusun bagan alur penyelesaian sengketa | Ketepatan menjelaskan alur penyelesaian sengketa | 10% |
| 7 | Mempresentasikan hasil kajian kasus kelompok | Sintesis materi minggu 1–6 | Presentasi kelompok | Menyusun dan mempresentasikan hasil kajian | Kejelasan presentasi & ketepatan argumentasi | 10% |
| 8 | Evaluasi Tengah Semester | Materi Minggu 1–7 | Ujian tulis | Mengerjakan soal esai | Ketepatan & kedalaman jawaban | 20% |
| 9 | Memahami tanggung jawab hukum tenaga kesehatan | Tanggung jawab perdata, pidana, dan administratif | Ceramah, diskusi | Membaca materi, berdiskusi kelompok | Ketepatan membedakan jenis tanggung jawab hukum | 5% |
| 10 | Memahami kode etik profesi kesehatan | Kode etik profesi dan majelis kehormatan etik | Ceramah, studi dokumen kode etik | Menelaah salah satu kode etik profesi kesehatan | Ketepatan menjelaskan isi kode etik | 5% |
| 11 | Menganalisis isu etika pada pelayanan kesehatan berbasis teknologi | Etika telemedisin dan rekam medis elektronik | Diskusi kelompok | Menganalisis studi kasus telemedisin | Ketajaman analisis isu etika digital | 10% |
| 12 | Menganalisis perlindungan hukum bagi tenaga kesehatan | Perlindungan hukum dalam pelaksanaan tugas profesi | Diskusi kelompok, studi kasus | Menganalisis kasus perlindungan hukum | Ketepatan analisis dan kesesuaian rujukan | 10% |
| 13 | Menyusun rancangan kajian kasus akhir | Perumusan topik dan kerangka kajian kasus | Bimbingan kelompok | Menyusun proposal singkat kajian kasus | Kejelasan rumusan masalah dan kerangka kajian | 5% |
| 14 | Menyusun draf kajian kasus akhir | Pengembangan kajian berdasarkan rujukan regulasi | Bimbingan kelompok, konsultasi | Menyusun draf makalah kajian kasus | Kelengkapan dan kedalaman draf kajian | 5% |
| 15 | Menyempurnakan kajian kasus akhir | Revisi berdasarkan masukan dosen | Konsultasi, penyempurnaan mandiri | Merevisi makalah berdasarkan umpan balik | Ketepatan tindak lanjut atas umpan balik | 5% |
| 16 | Mempresentasikan hasil kajian kasus akhir | Sintesis materi satu semester | Presentasi proyek akhir | Menyusun & mempresentasikan makalah kasus | Kesesuaian dengan CPMK & kualitas argumentasi | 25% |
Daftar periksa (checklist) ini digunakan oleh Unit Penjaminan Mutu dan Ketua Program Studi sebagai alat kendali mutu terakhir sebelum dokumen kurikulum (CPL, CPMK, RPS, dan lampiran lain) diajukan untuk pengesahan senat fakultas/perguruan tinggi.
| No. | Aspek yang Diperiksa | Kriteria | Status |
|---|---|---|---|
| 1 | Kelengkapan rumusan CPL | Mencakup 4 unsur: sikap, pengetahuan, keterampilan umum, keterampilan khusus (Pasal 7) | ☐ Ya ☐ Tidak |
| 2 | Keselarasan CPL dengan KKNI | Deskriptor CPL sesuai jenjang kualifikasi program (Lampiran Perpres 8/2012) | ☐ Ya ☐ Tidak |
| 3 | Kesesuaian dengan kompetensi utama minimal | CPL keterampilan khusus memenuhi kompetensi utama minimal jenjang program (Pasal 9) | ☐ Ya ☐ Tidak |
| 4 | Keterlibatan pemangku kepentingan | Terdapat berita acara konsultasi dengan pengguna lulusan/asosiasi profesi (Pasal 8 ayat 1) | ☐ Ya ☐ Tidak |
| 5 | Kelengkapan matriks pemetaan CPL–CPMK | Tidak ada CPL yang tidak terpetakan dan tidak ada mata kuliah tanpa CPMK | ☐ Ya ☐ Tidak |
| 6 | Kesesuaian kedalaman bahan kajian | Kedalaman dan keluasan materi sesuai capaian pembelajaran lulusan (Pasal 41) | ☐ Ya ☐ Tidak |
| 7 | Kelengkapan RPS seluruh mata kuliah | Setiap mata kuliah dalam struktur kurikulum memiliki RPS sesuai template BAB IV | ☐ Ya ☐ Tidak |
| 8 | Kesesuaian bentuk pembelajaran | Bentuk/metode pada RPS termasuk dalam daftar bentuk pembelajaran yang diakui (Pasal 16) | ☐ Ya ☐ Tidak |
| 9 | Kesesuaian beban belajar (sks) | Total sks dan distribusi semester sesuai Pasal 15–17 Permendiktisaintek 39/2025 | ☐ Ya ☐ Tidak |
| 10 | Kejelasan bentuk dan bobot penilaian | RPS memuat penilaian formatif dan sumatif sesuai Pasal 26–27 | ☐ Ya ☐ Tidak |
| 11 | Sosialisasi kepada mahasiswa | Terdapat bukti CPL/CPMK/RPS telah diinformasikan kepada mahasiswa | ☐ Ya ☐ Tidak |
| 12 | Persetujuan Unit Penjaminan Mutu | Terdapat lembar validasi (lihat subbab 5.5) dari Unit Penjaminan Mutu | ☐ Ya ☐ Tidak |
| Program Studi | [diisi] |
| Hari, Tanggal | [diisi] |
| Peserta (Pemangku Kepentingan) | [diisi nama dan instansi/asosiasi profesi] |
| Pokok Masukan | [diisi ringkasan masukan terhadap rumusan CPL] |
| Tindak Lanjut | [diisi rumusan CPL yang direvisi berdasarkan masukan] |
| Tanda Tangan | Ketua Program Studi: ______________ Perwakilan Pemangku Kepentingan: ______________ |
| Program Studi | [diisi] |
| Dokumen yang Divalidasi | [diisi, mis. CPL, matriks CPL–CPMK, kumpulan RPS] |
| Hasil Pemeriksaan Daftar Periksa (subbab 5.2) | [diisi jumlah item terpenuhi dari total item] |
| Catatan Perbaikan (bila ada) | [diisi] |
| Status | ☐ Disetujui untuk diajukan ke senat ☐ Perlu perbaikan |
| Tanda Tangan | Kepala Unit Penjaminan Mutu: ______________ Tanggal: ______________ |
Buku SOP dan Template Dokumen Kurikulum (CPL, CPMK, RPS) Program Akademik ini menyediakan perangkat kerja yang saling melengkapi: SOP penyusunan CPL yang dilengkapi rujukan deskriptor KKNI dan kompetensi utama per jenjang, SOP pemetaan CPL–CPMK beserta konsep bahan kajian, template RPS 16 minggu lengkap dengan template Rencana Tugas Mahasiswa dan rubrik penilaian, serta daftar periksa validasi dokumen kurikulum sebelum disahkan senat. Seluruh perangkat ini dirancang agar tim pengembang kurikulum program studi di lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dapat bekerja secara sistematis, terukur, dan sesuai dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia serta Standar Nasional Pendidikan Tinggi yang berlaku.
Mengingat regulasi pendidikan tinggi—khususnya Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 jo. Nomor 10 Tahun 2026—masih terbuka terhadap penyesuaian lanjutan, tim penjaminan mutu program studi disarankan memeriksa status keberlakuan regulasi secara berkala sebelum dokumen kurikulum baru diajukan ke senat.
| Istilah | Keterangan |
|---|---|
| CPL | Capaian Pembelajaran Lulusan |
| CPMK | Capaian Pembelajaran Mata Kuliah |
| Sub-CPMK | Kemampuan akhir yang direncanakan pada setiap tahap/minggu pembelajaran |
| RPS | Rencana Pembelajaran Semester |
| RTM | Rencana Tugas Mahasiswa |
| KKNI | Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia |
| SN-Dikti | Standar Nasional Pendidikan Tinggi |
| SPMI | Sistem Penjaminan Mutu Internal |
| SPME | Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (dilaksanakan melalui Akreditasi) |
| Bahan Kajian | Ruang lingkup materi pembelajaran yang mendukung capaian pembelajaran |
| Sks | Satuan Kredit Semester; 1 sks setara dengan 45 jam kegiatan belajar per semester (Pasal 15) |
Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia. https://peraturan.go.id/id/perpres-no-8-tahun-2012
Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 87, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6676). https://peraturan.go.id/id/pp-no-57-tahun-2021
Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2022 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 14, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6762). https://peraturan.go.id/id/pp-no-4-tahun-2022
Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 158, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5336). https://peraturan.go.id/id/uu-no-12-tahun-2012
Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi (menggantikan dan mencabut Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 53 Tahun 2023). https://peraturan.go.id/id/permendiktisaintek-no-39-tahun-2025
Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 10 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. https://peraturan.go.id/id/permendiktisaintek-no-10-tahun-2026
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (regulasi historis, tidak berlaku lagi, dicantumkan untuk konteks perkembangan regulasi). https://peraturan.go.id/id/permendikbud-no-3-tahun-2020